Menikmati Durian :
Tahun delapan puluh lima saya di Pekan Baru, kota ini patut disebut surga buah durian, disini durian dijajakan di jongko-jongko pinggir jalan hanpir sepanjang tahun, terutama di jl. Jed Sudirman jalan terbesar yang membelah kota Pekan Baru.
Kalau turun dari airport Simpang Tiga mulai masuk kota sampai simpang ke pasar Sukajadi yang tembus ke Arengka, dikiri kanan jalan dipenuhi deretan jongko durian, bersebelahan dengan jongko nasi lemang , karena orang disini senang makan durian dengan nasi lemang, jadi sudah satu setel begitu.
Dalam satu tahun paling tiga bulan putus musim durian, dimulai dengan durian Bangkinang, habis Bangkinang nyambung durian Padang, habis Padang nyambung durian Medan, habis Medan nyambung durian Bengkalis, habis Bengkalis nyambung durian Jambi. Terus nyambung lagi durian Bangkinang, berputar seperti itu, sehingga jongko-jongko buah durian tidak pernah dibongkar.
Disini pula saya tahu trik memilih durian yang mateng, tebal daging buahnya, kempet bijinya dan tentu legit rasanya. Ini rahasia ya, saya sendiri di kasih tahu sama anak perempuan ibu kost yang sekolah di SMPP.
Tanpa mencium aromanya, menyobek kulit cangkangnya, apalagi minta dicolekin isinya, hal yang tabu dilakukan oleh sesama kelompok pencinta buah durian, sudah kena dis kualifikasi kalau melakukan begitu.
Kalau mau mengetahui legitasi rasa isinya, harus menimba pengalaman sendiri, sedikit demi sedikit, mendokumentasikan setiap varitas durian yang kita nikmati baik warna daging, aroma dan kekenyalan teksturnya, rasa dan legitasinya.
Cara ini yang kemudian saya sebut sebagai menikmati buah Durian, bukan memakannya seperti yang selama ini saya lakukan.
Disini pula saya mulai tahu kalau buah durian berbeda dengan buah lain, varitas durian di Indonesia mungkin bisa puluhan, padahal durian dari varitas yang sama tetapi tumbuh di tempat yang berbeda atau musim yang berbeda, rasanya tidak persis sama.
Ada pita lebar dalam perbedaan aroma, tektur, rasa dan legitasi dalam satu varitas yang sama dalam durian, apalagi antara varitas yang satu dengan yang lain, karena perbedaan sudah dimulai dari tampilan luar, seperti warna kulit luar, tangkai, bentuk dan dimensi buah, bentuk dan pola duri, yang sudah pasti akan menerus kepada perbedaan isi didalamnya, baik warna daging, tektur, aroma, rasa dan legitasinya.
Selama di Pekan Baru setiap ada durian yang baru datang pasti saya tahu, karena setiap pergi dan pulang kerja lewat jongko-jongko durian itu, dapat dipastikan mampir karena memilih durian tidak dipungut bayaran, padahal dari aktivitas memilih itu saya bisa mendapat maksimal 67,50 prosen kepuasan dari menikmati buah durian.
Harga durian ukuran besar dengan tampilan bagus kala itu sekitar lima ribu rupiah, ada ditumpukan paling tengah, disusul tumpukan dengan harga tiga ribuan, tumpukan yang lain harga dua ribuan.
Jika saya membeli durian saya memilih dari tumpukan paling murah, dari satu tumpukan setelah puas saya pilih paling dapat tiga atau empat biji, itu sudah termasuk populasi pilihan yang bagus.
Jika anda ikut memilih hati-hati dengan ujung jari kaki yang tidak bersepatu, ini bagian paling rawan terkena jatuhan buah berduri itu, ketika anda sedang mengaduknya dan pasti sakit.
Tidak usah risau dengan luka tusukan dari durian paling ada rasa gatal, waktu anda memilih durian kali berikutnya rasa itu sudah hilang.
Kalau dari tumpukan yang paling murah tidak dapat durian yang cocok, baru memilih ditumpukan yang lebih mahal, alasannya; Pertama saya beli durian sepanjang waktu, kalau beli yang mahal habis duit. Kedua, jika durian yang dipilih waktu dibuka dirumah ternyata gagal, menyesalnya tidak terlalu besar, lha wong beli murah.
Kejadian menyesal kian hari kian jarang terjadi, kemudian secara bertahap referensi cita rasa dan legitasi dari menikmati buah durian dibenak saya makin banyak.
Dibawah ini diskripsi buah durian yang baik yang sempat dinikmati di Pekan Baru :
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Bangkinang./1,2/4/8/10/15/16/20/22/27/31/35/39/41/43/47.
Legitasi : KW.2.
Padang./1,2/4/8,9/13/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43,44/47. Legitasi : KW.2,3.
Medan./1,2,3/4,5/6,8/10,12/14/16/19,20,/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41,42/44/47. Legitasi : KW.2,3.
Bengkalis./1,2/4/8/10/15/16/20/22/27/31/35/39/41/43/47.
Legitasi : KW.2,3.
Jambi./1,2/4,5/6,8/10,12/15/16/19,20,21/22/2526,27/30,31/34,35/38,39/41/44,45/47,48. Legitasi : KW.1,2,3.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
Minggu, 02 November 2014
022111. MENIKMATI BUAH DURIAN BENGKULU :
022111. Menikmati durian Bengkulu :
Hari minggu sudah direncanakan saya dan istri mau libur masak, mau jalan-jalan ke Gasibu refresing, selesai beres-beres nenek siap berangkat sama tetanmgga sebelah, sama-sama nek kan mau beli durian, ah nenek mau belanja lama, ake saja yang beli durian sendiri, ok, nenek berangkat pake angkot, ake naik Mio turun ke Cigadung, Sadang Serang tembus ke jl Gagak, lihat pedagang durian didepan kantor BPK, kelihatan banyak yang belah belok kearah pasar Suci, ketemu jongko durian didepan kantor DAPENTEL, kelihatan banyak yang bagus.
Durian mana bang, durian Bengkulu, Bengkulu mana, macam-macam, ada Lubuk Derian Bengkulu Utara, ada durian Manna Bengkulu Selatan, ternyata banyak yang baik, dari tumpukan dua puluh lima ribu dapat tiga buah satu besar dua kecil. Berapa semua, lima lima pak, empat puluh ya, tak bisa pak, saya pilih lagi, dari tumpukan harga lima belas ribu dapat dua kecil-kecil, tujuh puluh lima pak, enam puluh ya, enam lima sudah pak, ok.
Berapa lama dari Bengkulu, tiga puluh jam pak, cepat yah, pake L.300 pak, kalau pake truk lama, oooh pantes, lewat mana Pagar Alam, tidak pak lewat Kru’i, ooh lewat Bintuhan dong, iya lewat Manna Bintuhan. Dahulu tahun delapan tiga, dari Manna ke Bintuhan masih dua kali nyemberang naik rakit, satu di kali Padang Guci, satu lagi di kali Kinal, sampai kota Bintuhan jalan buntu. Sekarang sudah langsung pak, mana durian Kedurangnya pak, ini nih durian Kedurang, aah iya ini nih varitas Kedurang yang bagus. Sebenarnya kalau metiknya pas sampai ke sini masih bagus-bagus, iya kalau durian Bengkulu pak, kalau durian Palembang, ancoor banyak busuk.
Saya sedang menggalakan durian lokal, mereka harus diajak pola menikmati buah Durian, karena kalau haya mau makan durian ya durian Monthong, tapi kalau mau menikmati buah durian yah yang lokal, iya beda pak. Makanya kalau bawa durian lagi kelompokan, dari daerah mana, punya siapa, kalau duriannya dinikmati para penikmat buah durian dan dinilai baik, kami bisa menelusurinya ke Bengkulu sana, karena setiap buah durian yang kami nikmati dan dinilai baik, akan tercatat dan di dokumentasikan, ooh.
Sebelum pulang saya pilih tumpukan yang ditunjuk penjual tadi, bener ketemu durian varitas Kedurang yang saya kenal di kota Manna Bengkulu Selatan, ada tiga butir yang bagus tapi mau reunian uangnya tidak cukup, ahirnya pulang dengan hati yang terkait sama durian Kedurang. Dirumah cerita ke nenek, kenapa tidak dibeli, uangnya tidak cukup, emang bawa uang berapa, lima puluh ribu, biar seratus ribu tidak apa beli durian bagus, padahal nenek besok mau terapi radang sendi dan kolesterol sama dokter Ervin.
Semua durian di abadikan , baru dibelah dan dinikmati bersama cucu, ini diskripsinya :
Nomor.1, buah lonjong sedang warna kuning duri panjang tajam, harga dua puluh ribu,
Diskripsi buah durian berdasar table check list ( Durian Mania ) :
Bengkulu./2/4/9/13/15/16/20/22/27/31/34/39/41/44/46/52.
Legitasi.KW.2.
Tingkat kepuasan. 73.50 %.
Nomor.2,3, buah lonjong kecil warna hijau duri pendek tajam, harga lima belas ribu,
Bengkulu./1/5/9/11/15/16/20/22/27/30/34/38/41/44/47/51.
Legitasi.KW.3.
Tingkat kepuasan. 63.50 %.
Nomor.4,5, buah bulat kecil warna abu duri pendek tajam, harga sepuluh ribu, ini diskripsinya :
Bengkulu./2/5/6/11/15/16/18/22/25/30/34/38/40/43/47/50.
Legitasi.KW.0.
Tingkat kepuasan. 12.50 %.
Diskripsi lengkap terlampir dalam check list durian Bengkulu.
Selesai menikmati buah durian, saya mengisi check list, mendoku mentasikan, kemudian biji durian disemai di kebun belakang. Sabtu pagi selagi masak nenek berbisik, ake beli durian lagi jung, nanti agak siang, beres masak berangkat dan ketemu penjualnya, tapi durian varitas Kedurang yang kemaren disisihkan, tidak ada, alaa….mak, nyesel banget.
Bandung 10 Juli 2011
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
Langganan:
Postingan (Atom)