Menikmati Durian :
Tahun delapan puluh lima saya di Pekan Baru, kota ini patut disebut surga buah durian, disini durian dijajakan di jongko-jongko pinggir jalan hanpir sepanjang tahun, terutama di jl. Jed Sudirman jalan terbesar yang membelah kota Pekan Baru.
Kalau turun dari airport Simpang Tiga mulai masuk kota sampai simpang ke pasar Sukajadi yang tembus ke Arengka, dikiri kanan jalan dipenuhi deretan jongko durian, bersebelahan dengan jongko nasi lemang , karena orang disini senang makan durian dengan nasi lemang, jadi sudah satu setel begitu.
Dalam satu tahun paling tiga bulan putus musim durian, dimulai dengan durian Bangkinang, habis Bangkinang nyambung durian Padang, habis Padang nyambung durian Medan, habis Medan nyambung durian Bengkalis, habis Bengkalis nyambung durian Jambi. Terus nyambung lagi durian Bangkinang, berputar seperti itu, sehingga jongko-jongko buah durian tidak pernah dibongkar.
Disini pula saya tahu trik memilih durian yang mateng, tebal daging buahnya, kempet bijinya dan tentu legit rasanya. Ini rahasia ya, saya sendiri di kasih tahu sama anak perempuan ibu kost yang sekolah di SMPP.
Tanpa mencium aromanya, menyobek kulit cangkangnya, apalagi minta dicolekin isinya, hal yang tabu dilakukan oleh sesama kelompok pencinta buah durian, sudah kena dis kualifikasi kalau melakukan begitu.
Kalau mau mengetahui legitasi rasa isinya, harus menimba pengalaman sendiri, sedikit demi sedikit, mendokumentasikan setiap varitas durian yang kita nikmati baik warna daging, aroma dan kekenyalan teksturnya, rasa dan legitasinya.
Cara ini yang kemudian saya sebut sebagai menikmati buah Durian, bukan memakannya seperti yang selama ini saya lakukan.
Disini pula saya mulai tahu kalau buah durian berbeda dengan buah lain, varitas durian di Indonesia mungkin bisa puluhan, padahal durian dari varitas yang sama tetapi tumbuh di tempat yang berbeda atau musim yang berbeda, rasanya tidak persis sama.
Ada pita lebar dalam perbedaan aroma, tektur, rasa dan legitasi dalam satu varitas yang sama dalam durian, apalagi antara varitas yang satu dengan yang lain, karena perbedaan sudah dimulai dari tampilan luar, seperti warna kulit luar, tangkai, bentuk dan dimensi buah, bentuk dan pola duri, yang sudah pasti akan menerus kepada perbedaan isi didalamnya, baik warna daging, tektur, aroma, rasa dan legitasinya.
Selama di Pekan Baru setiap ada durian yang baru datang pasti saya tahu, karena setiap pergi dan pulang kerja lewat jongko-jongko durian itu, dapat dipastikan mampir karena memilih durian tidak dipungut bayaran, padahal dari aktivitas memilih itu saya bisa mendapat maksimal 67,50 prosen kepuasan dari menikmati buah durian.
Harga durian ukuran besar dengan tampilan bagus kala itu sekitar lima ribu rupiah, ada ditumpukan paling tengah, disusul tumpukan dengan harga tiga ribuan, tumpukan yang lain harga dua ribuan.
Jika saya membeli durian saya memilih dari tumpukan paling murah, dari satu tumpukan setelah puas saya pilih paling dapat tiga atau empat biji, itu sudah termasuk populasi pilihan yang bagus.
Jika anda ikut memilih hati-hati dengan ujung jari kaki yang tidak bersepatu, ini bagian paling rawan terkena jatuhan buah berduri itu, ketika anda sedang mengaduknya dan pasti sakit.
Tidak usah risau dengan luka tusukan dari durian paling ada rasa gatal, waktu anda memilih durian kali berikutnya rasa itu sudah hilang.
Kalau dari tumpukan yang paling murah tidak dapat durian yang cocok, baru memilih ditumpukan yang lebih mahal, alasannya; Pertama saya beli durian sepanjang waktu, kalau beli yang mahal habis duit. Kedua, jika durian yang dipilih waktu dibuka dirumah ternyata gagal, menyesalnya tidak terlalu besar, lha wong beli murah.
Kejadian menyesal kian hari kian jarang terjadi, kemudian secara bertahap referensi cita rasa dan legitasi dari menikmati buah durian dibenak saya makin banyak.
Dibawah ini diskripsi buah durian yang baik yang sempat dinikmati di Pekan Baru :
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Bangkinang./1,2/4/8/10/15/16/20/22/27/31/35/39/41/43/47.
Legitasi : KW.2.
Padang./1,2/4/8,9/13/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43,44/47. Legitasi : KW.2,3.
Medan./1,2,3/4,5/6,8/10,12/14/16/19,20,/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41,42/44/47. Legitasi : KW.2,3.
Bengkalis./1,2/4/8/10/15/16/20/22/27/31/35/39/41/43/47.
Legitasi : KW.2,3.
Jambi./1,2/4,5/6,8/10,12/15/16/19,20,21/22/2526,27/30,31/34,35/38,39/41/44,45/47,48. Legitasi : KW.1,2,3.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
Minggu, 02 November 2014
022111. MENIKMATI BUAH DURIAN BENGKULU :
022111. Menikmati durian Bengkulu :
Hari minggu sudah direncanakan saya dan istri mau libur masak, mau jalan-jalan ke Gasibu refresing, selesai beres-beres nenek siap berangkat sama tetanmgga sebelah, sama-sama nek kan mau beli durian, ah nenek mau belanja lama, ake saja yang beli durian sendiri, ok, nenek berangkat pake angkot, ake naik Mio turun ke Cigadung, Sadang Serang tembus ke jl Gagak, lihat pedagang durian didepan kantor BPK, kelihatan banyak yang belah belok kearah pasar Suci, ketemu jongko durian didepan kantor DAPENTEL, kelihatan banyak yang bagus.
Durian mana bang, durian Bengkulu, Bengkulu mana, macam-macam, ada Lubuk Derian Bengkulu Utara, ada durian Manna Bengkulu Selatan, ternyata banyak yang baik, dari tumpukan dua puluh lima ribu dapat tiga buah satu besar dua kecil. Berapa semua, lima lima pak, empat puluh ya, tak bisa pak, saya pilih lagi, dari tumpukan harga lima belas ribu dapat dua kecil-kecil, tujuh puluh lima pak, enam puluh ya, enam lima sudah pak, ok.
Berapa lama dari Bengkulu, tiga puluh jam pak, cepat yah, pake L.300 pak, kalau pake truk lama, oooh pantes, lewat mana Pagar Alam, tidak pak lewat Kru’i, ooh lewat Bintuhan dong, iya lewat Manna Bintuhan. Dahulu tahun delapan tiga, dari Manna ke Bintuhan masih dua kali nyemberang naik rakit, satu di kali Padang Guci, satu lagi di kali Kinal, sampai kota Bintuhan jalan buntu. Sekarang sudah langsung pak, mana durian Kedurangnya pak, ini nih durian Kedurang, aah iya ini nih varitas Kedurang yang bagus. Sebenarnya kalau metiknya pas sampai ke sini masih bagus-bagus, iya kalau durian Bengkulu pak, kalau durian Palembang, ancoor banyak busuk.
Saya sedang menggalakan durian lokal, mereka harus diajak pola menikmati buah Durian, karena kalau haya mau makan durian ya durian Monthong, tapi kalau mau menikmati buah durian yah yang lokal, iya beda pak. Makanya kalau bawa durian lagi kelompokan, dari daerah mana, punya siapa, kalau duriannya dinikmati para penikmat buah durian dan dinilai baik, kami bisa menelusurinya ke Bengkulu sana, karena setiap buah durian yang kami nikmati dan dinilai baik, akan tercatat dan di dokumentasikan, ooh.
Sebelum pulang saya pilih tumpukan yang ditunjuk penjual tadi, bener ketemu durian varitas Kedurang yang saya kenal di kota Manna Bengkulu Selatan, ada tiga butir yang bagus tapi mau reunian uangnya tidak cukup, ahirnya pulang dengan hati yang terkait sama durian Kedurang. Dirumah cerita ke nenek, kenapa tidak dibeli, uangnya tidak cukup, emang bawa uang berapa, lima puluh ribu, biar seratus ribu tidak apa beli durian bagus, padahal nenek besok mau terapi radang sendi dan kolesterol sama dokter Ervin.
Semua durian di abadikan , baru dibelah dan dinikmati bersama cucu, ini diskripsinya :
Nomor.1, buah lonjong sedang warna kuning duri panjang tajam, harga dua puluh ribu,
Diskripsi buah durian berdasar table check list ( Durian Mania ) :
Bengkulu./2/4/9/13/15/16/20/22/27/31/34/39/41/44/46/52.
Legitasi.KW.2.
Tingkat kepuasan. 73.50 %.
Nomor.2,3, buah lonjong kecil warna hijau duri pendek tajam, harga lima belas ribu,
Bengkulu./1/5/9/11/15/16/20/22/27/30/34/38/41/44/47/51.
Legitasi.KW.3.
Tingkat kepuasan. 63.50 %.
Nomor.4,5, buah bulat kecil warna abu duri pendek tajam, harga sepuluh ribu, ini diskripsinya :
Bengkulu./2/5/6/11/15/16/18/22/25/30/34/38/40/43/47/50.
Legitasi.KW.0.
Tingkat kepuasan. 12.50 %.
Diskripsi lengkap terlampir dalam check list durian Bengkulu.
Selesai menikmati buah durian, saya mengisi check list, mendoku mentasikan, kemudian biji durian disemai di kebun belakang. Sabtu pagi selagi masak nenek berbisik, ake beli durian lagi jung, nanti agak siang, beres masak berangkat dan ketemu penjualnya, tapi durian varitas Kedurang yang kemaren disisihkan, tidak ada, alaa….mak, nyesel banget.
Bandung 10 Juli 2011
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
Jumat, 10 Oktober 2014
022020. NUNGGU BUAH DURIAN "MONGGE".
Ini cerita lain tentang buah durian, nunggu durian malam-malam kedinginan, api unggun sudah mulai redup, yaah dikelumun sarung. Paraaapas…… buuk, itu kalau durian si Wadana yang jatuh, Mau tahu kalau durian Si Kontol Embe jatoh, bunyinya mirip dompet jatuh, plaak, sampai mana tadi, paraaapas…… buuk, lari mengejar kearah bunyi sesuatu yang jatuh, penuh semak dan gelap, terpaksa membungkuk mengendus dengan hidung, naah, ketemu.
Masih berkelumun sarung, paraaapas……lari mengejar kearah buyi sesuatu yang....., tidak tahu, masih di semak dan kegelapan, ada tercium bau harumnya, tapi barangnya tidak ketemu, kemana ya, diputar lagi, tidak ada, sampai subuh tidak ketemu, yang jatuh belakangan pada ketemu. Pagi hari sebelum pulang penasaran dicari lagi ketempat tadi malam, masih ada bau harunnya, agak keatas, aaaah, itu dia, pantesan bunyinya, cuma paraaapas, tidak ada buuk… nya, rupanya buah durian tersangkut diatas batang pisang.
Ada lagi cerita nunggu durian persi siang, biasanya anak-anak nunggu durian disiang hari pulang sekolah, bosan nunggu ketiduran, anak yang lain main biji durian, diiris dilancipkan keujungnya, melihat temannya tidur lelap, mungkin tadi malam habis begadang, sehingga celana kolornya melorot tak berasa.
Biji durian yang sudah lancip tiba-tiba berasa pas dengan lubang diatas kolor yang melorot itu, penasaran dicoba, pas……….. ditekan sedikit, oooh, biji durian masuk kedalam tak sengaja, yang sedang tidur pulas terbangun mendengar rebut-ribut, ada apa… semua kawan tutup mulut, membuat makin curiga, kemudian mereka serempak berlari dan berteriak, bujur si Sang-Sang dipongge, demikian berulang-ulang sambil berlari.
Menyadari menjadi korban keisengan temannya, si Sang-Sang pulang kerumah sambil menangis meraung-raung, memegang celana kolornya, aah dasar anak-anak. Tapi mulai dari itu jika orang kampung mendapati durian yang daging buahnya tidak penuh menutupi bijinya, disebutnya durian Mongge .
Sekarang kalau anda bertandang ke Pandeglang, yang terdengar dikebun suara mesin senso, meraung membabat semua pohon kayu, termasuk pohon durian yang besar tinggi dan lurus, terutama setelah musim tidak keruan, pohon durian tidak berbuah, kebutuhan mendesak, yaaah pohonnya ditebang.
Bahkan pohon melinjo, kerena musimnya kurang bagus dan buahnya jarang, kayunya laku dijual dan di senso, kayunya diangkut ke Jakarta. Pohon durian si Regen, si Wadana, si MasyaAllah, termasuk si Kontol Embe ikut dibabat dengan senso, kalau si Picung sudah lebih dulu laku.
Kalau sekarang anda masih sempat memegang dan menikmati buah durian, baiknya anda bersyukur kepada Allah, kemudian bersikap arif, karena tidak mustahil durian yang ada dihadapan anda sekeluarga adalah buah terahir, dan pohonnya yang di Lampung, di Palembang, bahkan di Tebing Tinggi yang buah duriannya bagus-bagus, sedang disenso dibuat bahan bangunan.
Karena itu kepada segenap pencinta buah durian lokal, saya berharap kesediaan anda sekeluarga, untuk memakai pola seperti yang saya lakukan dalam memilih, menikmati, mendokumentasi, melestarikan dan mendis kripsikan buah durian di Indonesia, seperti dibawah ini ;
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Anno./2/5/8/13/15/16/21/22/25/31/35/39/42/44/47. Legitasi : KW.1.
Tingkat kepuasan : 99 %.
Rincian tentang saran memilih, menilai tingkat legitasi, kepuasan dan mendokumentasikan buah durian, dapat dilihat dalam lampiran. Agar moment mendokunemtasikan dalam check list tidak terlewatkan hal itu sering terjadi dan tidak bisa diulang lagi, kita uraikan langkah anda dalam menikmati buah durian, menggunakan check list.
Pertama silahkan anda memilih durian mengikuti kolom 1 sampai kolom 15, setelah dapat simpan diatas menja, kedua ambil gambarnya dan nanti masukan dalam kolom 16. Sekarang dipersilahkan anda untuk membelah dan mengambil gambar tampilan isi buahnya, silahkan menikmati buah durian anda, ketiga isikan rekaman cita rasa anda kedalam kolom selanjutnya, jangan lupa menyemai biji durian KW.1 dipolibag.
Dengan demikian anda sekeluarga telah berperan dalam melestarikan pola menikmati buah durian secara baik dan benar. Insya Allah melalui tangan anda dan keluarga ahirnya akan terkumpul dokumentasi dan pelestarian buah durian Indonesia.
Terima kasih.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
022019. ENSIKLOPEDI BUAH DURIAN / PANDEGLANG.
Ketika jalan-jalan lengkap sekeluarga, kemudian ada yang melihat penjual durian dan saya menghentikan kendaraan, anak-anak yang sudah dewasa dan berkeluarga serempak berguman, naaah pasti papah dan mamah bersitegang. Maksudnya bersitegang dalam soal memilih durian, memang isteri saya orang yang paling membantah soal methode pilihan durian saya.
Bisa dipahami, dia dinikahi di Lampung Utara tempatnya buah durian, lahir di Jakarta dan dari kecil dikukut neneknya di Pandeglang. Jadi soal buah-buahan dia orangnya, anda yang tinggal dikota Bandung pernah tahu buah Kapundung, buah Jaura, atau buah Kepayang. Padahal itu nama-nama tempat di kota Bandung, saya tahu buah-buah itu ya dari isteri saya.
Waktu kecil di Pandeglang setiap pagi dimusim durian dia berangkat ke kebun Kepuh menunggu durian jatoh, disemak pinggir jalan banyak durian jatohan punya orang lain bergeletakan, tapi mereka tidak mengambil durian orang lain, dia menunggu buah durian si MasyaAllah jatoh.
Dinamai seperti itu karena setiap orang yang disuguhi durian ini, selalu berucap Masya Allah, terutama ketika durian itu dibelah, mungkin karena buahnya besar, isinya tebal, warnanya kuning menarik dan legit pastinya.
Disini tiap keluarga punya durian unggulan dan diberi label, ada yang namanya si Wadana, karena dahulu durian kesukaan bapak Wadana, ada cerita dari si Wadana ini, karena pohonnya tumbuh di pinggir jalan, waktu musim besar buah durian, buah yang jatoh juga lebat, sampai …aaaw, menimpa orang lewat, terpaksa siempunya ngobati kerumah sakit.
Ada si Regen sebuah jabatan tinggi jaman kolonial Belanda, ada lagi namanya si Kontol Embe, yang punya masih saudara, duriannya enak dan legit katanya, lebat buahnya, dalam satu dahan berhimpitan dari pangkal dahan sampai keatas. Tapi, ini yang tapinya, buahnya melingker bengkok dan bulat, isinya paling banyak satu kangkot, terdiri dari dua nyamplung, persis kan.
Ada namanya si Boboko, mungkin karena ukuran buahnya yang sangat besar. Ada juga namanya si Picung, buah durian ini tampilan luarnya sangat bagus seperti Monthong lah, tapi begitu jatoh dari pohonnya, brooot….., dan isinya yang warna putih berantakan, anda masih ingat durian yang ditunggu malam-malam di Fak-Fak, mungkin varitasnya sama. Dahulu durian ini tidak ada yang mungut biar berjatuhan, apalagi yang nunggu, tapi belakangan sama bandar durian setelah tua dipetik dari pohonnya, kemudian dibawa ke Jakarta, eee...laku.
Kemaren anak cikal perempuan saya datang dari Jakarta, pergi belanja sama ibunya dan pulang membawa durian Monthong yang sudah dikupas dalam stereofom, untuk bapaknya yang suka durian. Azan magrib berku mandang mau mencicipi buah durian, ketika plastik trasparan yang menutupi daging buah disobek, kulit ari daging buah durian Monthong yang berwarna kuning, ikut terkelupas dan kelihatan daging buah bagian dalan berwarna putih dan basah, memang dagingnya tebal, tapi saya yakin jika buah durian ini dibiarkan matang dipohon dan ditunggu jatoh, dia akan senasib dengan si Picung, jika melihat tampilannya seperti satu varitas antara si Picung, Monthong dan Fak-Fak. sekarang buah durian itu masih teronggok didalam eskast.
Di kampung ini setiap durian seperti punya setempel, kok bisa, yaaah, begitulah, sehingga si Citra kalau balik dari kebun mesti bawa durian si Dadap. Kalau si Wangsa balik dari kebun membawa durian si Dadap, patut dipertanyakan orang. Itu dahulu jaman tahun lima puluhan, tahun lalu saya mudik ke Pandeglang, dibawah kebun durian banyak sedan mahal nopol B diparkir, di kebunnya sudah dibuat dangau untuk pemilik baru menunggu buah durian jatoh.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
022018. PERIKSA TENSI ANDA.
Tanggal 22 Juni 2011 dapat kabar dari anak yang tinggal di Tanjung Karang, cucu yang paling cantik, yang lima orang laki semua, masuk rumah sakit opname karena diare sudah lima hari, sudah diinfus tapi masih lemas dan tidur terus, malam hari berangkat ke jalan Ambon naik bus Keramat Jati, sampai Tanjung Karang pagi jam delapan, langsung ke rumah sakit, benar si cantik masih tergolek, ketika terbangun nangis ketakutan melihat kakek-kakek tidak dikenal. AlhamduliIllah setelah ditambah infusan bisa bangun dan sedikit senyum ke mamahnya, Jum’at siang sudah boleh pulang.
Sore hari, Den kita cari durian, Denny nama menantu saya, di Lampung lagi musim buah durian, hampir disetiap perempatan ada penjual durian, saya mampir, durian mana bang, derian Lahaaat, bukan durian Tebing, ah laaah abiiiis. Mula-mula pedagang menunjukan durian untuk saya, tetapi setelah diabaikan dia diam memperhatikan, berapa yang ini, tumpukan ini dua puluh lima ribu dua, yang ini lima belas ribu. Mulai memilih di tumpukan yang murah, eu payah igeu pilih derian nak di maituin, tidak saya jawab, terkumpul enam biji, oiiy macem penjual derian niaaan, kata penjual yang satu. Kemudian pindah memilih tumpukan satunya, saya pegang satu buah, aaah yang punya kebun derian niaaan, kata teman yang satunya lagi.
Menantu dan cucu laki diam disudut, mereka bingung mendengar komentar penjual buah durian, setelah terkumpul penjualnya dipanggil, berapa semua, seratus lima puluh pak, ah seratus duapuluh ya, sambil uangnya saya sodorkan, dia masih minta tambah, tetapi ahirnya yang waras ngalah. Sampai dirumah buah durian digelar dilantai, kemudian mulai dibelah dari yang filingnya paling jelek, manis, kata cucu saya, tapi kelihatan dagingnya tipis, ada lima buah yang dibelah, sisanya masih tergeletak dilantai.
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Lahat./1,2/4,5/7,9/10,13/15/16/18,20,21/22/24,27/31/35/39/41/43/47.
Legitasi : KW.1,2.
Sebelum berangkat tidur periksa tensi darah, 118/76, Alhamdulillah, dan berangkat tidur. Subuh terbangun mendengar azan, selesai sembahyang lihat durian lagi, mengambil pisau tumpul semua, subuh itu semua pisau dapur diasah, durian yang tersisa dipotong durinya sampai rata. Pagi hari anak saya bangun ter kaget-kaget melihat duri buah durian sudah rata semua, Wah durian apa buah ……ra..ta berduri, malamnya setelah masuk kardus dan diselotif rapat, buah durian dan Cempedak berangkat ke Bandung bersama saya.
Sampai di Bandung buah durian Gundil kesukaan bu haji dinikmati ber ramai-ramai. Malam sebelum tidur cek tekanan darah, 127/78, berangkat tidur. Malam terbangun, BAK, baring, BAK lagi, baring, BAK lagi, jam dua malam cek tensi, ternyata 175/98, saya makan obat turun darah, tapi karena tensi meter kehabisan battery, terpaksa pergi ke klinik 24 jam di jalan Tubagus Ismail, 160/90 pak, oh sudah bertahan kalau begitu dok, teruskan saja obatnya pak, terima kasih.
Siang hari berangkat ke dokter langganan, anu dok, tadi malam tensi saya naik 175/98, makan durian, abis dokter tidak melarang, memang tidak. Pulang dari Lampung bawa durian bagus-bagus, saya juga suka makan durian, tapi saya tidak bisa memilihnya, suka dapet yang kurang enak. Tenang dok, dokter periksa saya saja dulu, nanti dikasih tahu triknya memilih durian yang mateng, tebal dagingnya, kempet bijinya dan legit rasanya, tanpa mengoreknya. Waaah yang benar.
Selesai memeriksa dan memberi resep, diceritakan semuanya kepada dokter dan janji mau kasih check list cara memilih dan menikmati buah durian, padahal waktu itu belum saya diskripsikan secara jelas. Ya karena berjanji kepada beliau ini, saya menuliskan catatan pengalaman ini, untuk panduan Durian Mania Indonesia.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
022017. PEMILIH BUAH DURIAN PROFESIONAL.
Ketika berkantor di Gedung Sate Bandung diluar jendela terlihat ada penjual durian satu coll bak, kami bercerita pengalaman buah durian dengan dua orang teman, mereka pernah di Palembang, sama-sama suka durian tetapi sering gagal dalam memilih. Mau beli ayo saya pilihkan, mereka sepakat dan kami bertiga turun mendatangi pedagang durian. Berapa mang durian, lima ribu pak, dari satu cool bak datar setelah dipilih dapat sebelas biji, ini populasi pilihan durian bagus, kemudian ditawar dan harga jadi empat puluh lima ribu.
Durian mereka bawa dan dinaikan keatas VW Safari dengan nopol BK, mereka pergi dan saya naik kembali ke kantor. Pulangnya pak Dudy cerita, jok belakang mobil Safari terbakar, rupanya pak Dudy yang berbadan besar tinggi duduk di jok belakang VW Safari, sambil makan buah durian, keasikan, tidak tahu kawat per penahan jok mentok kena kepala accu positif dan berebet..bret kain joknya hangus, untung banyak orang, yang langsung menolong memadamkan api.
Bagaimana cerita buah duriannya pak Dudy, enak…enak, bagus-bagus, saat itu saya mendapat kepuasan dari memilihkan buah durian, setinggi, 67,50 prosen, ( lihat Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) ; tingkat kepuasan yang lebih baik dari menikmati buah durian Monthong, alhamduliIllah.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
0220162. DURIAN TEMBAGA.
Ketika menemukan buah durian kuwalitas KW.1, durian itu dipilih dari tumpukan dengan harga seribu rupiah, tumpukannya paling pinggir, diskripsinya seperti ini;
Jambi./1/5/8/13/15/16/21/22/25/31/35/39/41/44/48.
Tampilan buah durianya jauh dari menarik bentuknya lonjong kecil dan peot, warna kulit luarnya antara kuning dan hijau tua, tangkainya kecil dan panjang kata orang ciri durian berdaging tipis, durinya panjang dan tajam, tapi dari metode pemilihan durian yang diajarkan nona kecil menetapkan ini, baiklah kita beli. Sampai dirumah durian dibelah, mudah, dalam kangkotan pertama ada satu nyamplung buah utuh, dan satu nyamplung kerucut kecil keujung.
Warnanya tembaga, aromanya lembut tapi meresap dalam, daging buahnya kala disentuh lembut dan kenyal. Ujung daging buah yang menutupi puncak biji yang ternyata kempet, berlipat menutup dengan rapih, ini saya sebut vulva daging buah durian.
Ketika puncak lipatan vulva itu dikelupas pelan-pelan, terlepas dengan kenyal, lepas terbuka dan terbalik ke pangkal biji, yang dipegang dengan tangan kiri, sehingga tangan kanan yang tadi dipake mengelepet vulva, sekarang memegang puncak biji buah durian yang telah bersih licin dari dagingnya, yang terbalik kebawah semua. Pelan membalikan tangan kanan dan menyantap daging buah durian, eeh nona kecil malah bengong, ayo makan buah duriannya, dia mengambil nyamplung buah yang satunya, kecil dan kerucut keujung.
Dagingnya lembut dan kenyal terasa dimulut, manis dalam dan ada sedikit pahit terasa diujung lidah, ketika ditelan dipangkal lidah, terasa manis lembut, kenyal dan sedikit pahit dengan aroma lembut harum, mengantar kepada kelezatan, legit yang mendalam. Legitasi : KW.1.
Allahu Akbar, sampai sekarang kelezatan anugrah dariMU masih tetap terpelihara dalam ingatan. Tingkat kepuasan : 100.%.
Cerita diatas memberi gambaran bagaimana seharusnya menikmati buah durian yang diciptakan Tuhan dengan segala kebaikan, dan hendaknya dengan segala kebaikan pula kita menikmatinya. Jaga tangan tetap bersih, mulut tetap bersih, tidak perlu belepotan ketika kita menikmati buah durian berkualitas KW.1, memakannya tidak perlu kenyang, karena kita bukan sedang makan nasi, melainkan secukupnya.
Banyak tempat saya singgahi di Indonesia, kecuali Jambi dan Pontianak, namun tidak banyak tempo kunjungan yang bertepatan dengan musim durian. Yang diceritakan ini adalah persinggahan di kota yang bertepatan dengan musim durian.
Di dermaga Yos Sudarso Ambon saya beli durian yang baru naik dari kapal, ukuran buah duriannya relative kecil, dimakan di Kuda Mati, karena tidak ada pisau, durian diijak dengan sepatu sampai terbuka sedikit, baru dibelah pake tangan kosong.
Ambon./1/5/8/12/15/16/20/22/25/31/35/39/41/44/47.
Legitasi : KW.2.
Di pasar Sanggeng Manokwari, ukuran duriannya besar-besar.
Manokwari./1,2/4/6,8/10,13/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43/47. Legitasi : KW.2,3.
Dipasar Bosweizen Sorong.
Sorong./1,2,3/4,5/6,8/10,12/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41,42/44/47. Legitasi : KW.2,3.
Waktu jalan Bogor-Jasinga-Rangkas Bitung masih bagus, beli durian di Jasinga, ini pak Durian Gundil kesukaan bu haji, maksudnya buah durian begini ;
Jasinga./3/4/7/10/15/16/20/22/27/31/35/39/42/44/47.
Legitasi : KW.2.
Banyak kota di Kalimantan yang disinggahi, tapi belum pernah bertepatan dengan musim durian, saya penasaran dengan buah Leii, jangan-jangan sama dengan durian tembaga di pulau lain, kapan-kapan mencobanya.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
022015. NUNGGU BUAH DURIAN.
Tahun tujuh puluh empat saya di Fak-Fak Papua Barat, disini buah duriannya bagus-bagus besar dan durinya juga besar-besar, tampilan buah dan dagingnya seperti durian Monthong tapi ukuran buah lebih kecil, bedanya ini punya rasa legit. Dilahan pembebasan proyek semua pohon ditebang, kecuali dua pohon durian, jangan ditebang. Pohon yang satu batangnya besar, percabangan dan daunnya rindang, datang musimnya berbuah lebaaaat pula, sedang pohon yang satu lagi batangnya lebih kecil, cabang dan daunnya jarang, buahnya juga jarang.
Malam-malam nunggu durian jatuh sambil nyanyi dan main gitar, waktu hujan sore-sore kilat sambar pokok kenari………Buuuk, durian jatoh, Alex yang orang Ayam Aru lebih gesit loncat, waaaah, kenapa Lex, duriannya begini, kenapa, ancooor.
Waktu buah durian masih tergantung dipohonnya, terlihat sangat menarik Diskripsi tampilan luarnya seperti ini :
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian Mania ) :
Puncak Onim FF./1/4/8/12/15/16.
Sekarang durian sudah tergolek ditanah dan pecah, diskripsi lanjutannya seperti ini :18/22/27/29/32/38/41/43/46.
Legitasi : 0.
Gitar dan lagu diteruskan, Oooo…… yamko rambe…..yam, buuk, Alex lagi yang loncat, kali ini ke bawah pohon sebelah, waaah ini baru buah durian, Alex berguman sambil mendatangi api unggun, dengan buah durian ditangan dan masih utuh, mari Lex katong belah dia, sambut Uding, maksudnya Syamsudin Fatamasya, asli Kokas campur Bugis sedikit, bagaimana diskripsikan jangan buah duriannya.
Puncak Onim FF./2/5/8/13/15/16/21/22/25/31/35/39/42/44/47.
Legitasi : KW.1.
Malam-malam selanjutnya kami hanya menunggui pohon durian yang kurus dan berbuah jarang, pohon durian yang berbuah lebat dan berjatuhan, tidak ada yang hirau. Ahirnya Muhamad Nur Kepala Kantor yang orang Minang ngambil inisiatif, buah durian yang lebat dipetik ketika tua, jadi tidak ditunggu jatoh, kemudian diperam dan setelah mateng dibuat dodol durian.
sobari1sobar@gmail.com
Paartikuliir di Bandung.
022014. KAMPUNG BUAH DURIAN.
Tahun tujuh puluh dua saya ke daerah Tebing Tinggi Lahat Sumatra Selatan, pertengahan antara kota Lahat dan Lubuk Linggau, ada jalur darat tras Sumatra, jalur kereta api Palembang Lubuk Linggau. Bekas kota Kewedanaan kotanya lebih ramai ada toko-toko orang cina, saya tinggal di bekas Hotel Anda yang punya orang cina, namanya Pak Zondag Cia isterinya cina Batu Raja namanya cik Erti. Disini tidak banyak buah-buahan, yang banyak getah balem rakyat, getah karet yang dibekukan, hitam kotor dan bau comberan, berbeda jauh dengan getah karet di perkebunan karet Cisaga Banjar yang perusahaan Perancis, getah yang sudah dibekukan putih bersih kayak tahu cina, karena dicetak dalam bak aluminium, memang ada bau khasnya.
Dipasar banyak dijual buah seperti salak tapi bukan, ini buah rotan, yang besar-besar buah manau, ada yang kecil-kecil buah luwi namanya, rasanya sama asem-asem sepet, dimakannya sama kecap cabe rawit dan garan, serasa rujak begitu. Senja hari di musim kemarau langit diatas kota Tebing Tinggi dipenuhi kelelawar buaanyak, itu tandonyo nak musim besa buah derian, kata cek Denca pedagang pek-pek keturunan Palembang. Bunga buah durian mekar di malam hari, yang menyerbuki binatang malamlah, makin banyak bunga yang mekar, semakin penuh langit senja di kota Tebing Tinggi oleh kelelawar.
Tidak tahu dari mana mulainya tapi dipasar kulu sudah ada yang jual buah durian, saya beli dan memang enak, durian jatohan betul-betul, murah lagi. Makin hari durian dipasar makin banyak, tiap hari makan durian, tetangga depan rumah, cek Man, pengusaha expedisi kereta api, sekarang menjadi bandar durian, didepan rumahnya durian menggunung, tiap hari memberangkatkan truk penuh durian ke Palembang.
Varitas buah durian di Tebing Tinggi lebih banyak dan lebih besar-besar, terutama kalau sudah turun buah durian dari gunung.
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Tening Tinggi SUMSEL./1,2,3/4/7,8/10,12/15/16/18,19,20,21
/22,23/25,26 ,27/29,30,31/33,34,35/37,38,39/41,42/43,44/46,47,48.
Legitasi.KW.2.
Aini sini makan derian, pangil anak perempuannya, Aini itu nama isteri saya. Saya dan isteri turun dari rumah tinggi untuk makan durian, dalam satu hari tak kurang dari dua belas truk yang berangkat ke Palembang penuh durian, kata cek Man. Buah durian sisa sortiran dibelah dan dikelepeti dagingnya untuk dibuat lempok, sampai sekarang lempok durian yang terkenal di Palembang ya lempok Tebing Tinggi ini. Daging buah durian sisa sortiran untuk lempok, yang kurang manis rasanya, disisihkan disusun berlapis-lapis dalam tabung gelas bekas botol cuka besar ( di Cianjur dibuat tempat asinan buah ), tiap lapisan ditaburi garam dan cabai, disimpan agar terpermentasi, setelah matang bernama tempoyak.
Suatu hari cik Erti manggil dari bawah, de Nur sini, de Nur panggilan cik Erti untuk isteri saya, kamipun turun, rupanya dimeja sudah dihidangkan makanan, ini papahnya Adi baru ngejalo dapat ikan Seluang banyaaak, musim kemarau air sungai Batang Hari kecil dan musim ikan Seluang. Ikan Seluang pepes dimakan dengan sambal gandaria, aah, pedas-pedas asem gurih, ini apa yang lengket kuning di ikan Seluang cik, saya bertanya, yaaah itu yang name tempoyaaak, enak yah, iyalaaaah.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
022013. MAKAN BUAH DURIAN.
Awal tahun tujuh puluhan didaerah Lampung Utara, saya terperangah menemukan musim buah-buahan, mulai dari musim Rambay, Menteng, Kapundung, nyambung ke Langsat, belum habis Langsat nyambung buah Duku, terus Kaweni, Bacang, Mangga, dan buah Kemang. Ada lagi buah yang satu, namanya Puteran, family Kaweni/Bacang, tapi tektur daging buahnya lembut seperti Apokado juga harum seperti Kaweni, jika sudah matang daging buah dipotong melingkar sama pisau, kemudian diputar, bagian kulit dan daging buah akan lepas terpisah menjadi dua bagian, ya….. seperti belah buah Apokado itu.
Adalagi buah Pedarro semacam Lengkeng tapi lebih kecil dan tipis dagingnya, lengkeng hutan lah, Rambutan dan Jeruk juga ada, baru datang musim buah yang heboh tentang aroma ini, dimulai dengan buah Cempedak, dimana-mana Cempedak, tetangga sebelah bandar Cempedak, baju badan dan keringat bau Cempedak, bahkan BAB bau begituan. Habis Cempedak nyambung ke musim buah durian, dimana-mana durian, tetangga sebelah mendadak jadi bandar durian juga, buah duriannya besar-besar dan banyak macam tampilannya, dan tentu rasanya.
Varitasnya bisa sampai belasan, namun yang pernah saya temukan tingkat legitasinya antara KW.2 kebawah, mungkin waktu itu saya belum bisa memilih buah durian dengan baik, sehingga buah yang KW.1 tidak saya temukan, waah musim nanti harus datang untuk mencobanya lagi.
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Kasuy./1,2,3/4/7,8/10,12/15/16/19,20/22/25,26,27/30,31/35/38,39/41/43,44/47,48.
Legitasi.KW.2,3.
Disini saya baru tahu rasanya kenyang makan buah durian, pakaian, badan dan keringat bau durian, BAB dan BAK juga bau buah yang satu itu, rupanya di Pulau besar ini namanya buah-buahan bukan hanya banyak macamnya, tapi juga banyak jumlahnya, jadi jangan heran kalau anda disuguhi buah durian dengan nasi pulut dan parut kelapa yang sudah dicampur dengan garam, atau nasi dengan pepes ikan yang dipeleti buah durian, tempoyak namanya, atau malah disuguhi kopi dengan dodol buah durian.
Musim buah melimpah sedangkan tranfortasi masih sulit, bosan dimakan langsung ya dibuat dodol, lempok derian namanya, sisanya dibuat tempoyak yang bisa tahan sampai ketemu musimnya lagi tahun depan, aman kan. Banyak masakan terutama sambal yang dibuat dari buah yang sedang musim, seperti sambal Kemang, sambal Gandaria dan lain-lain.
Masih ada lagi musim buah yang lain, yaitu buah Pasang, Kelewih, Teureup atau Benda, dll, sebelumnya biji buah dicuci bersih, baru digongseng sampai kuning mateng, baru dimakan sebagai makanan ringan semacam snack anak sekarang, tapi rasanya jauh lebih enak dan menyehatkan, tidak tergantikan.
Ada lagi musim yang datang belakangan, yaitu musim buah pete dan jengkol, ini juga kan sama masih buah dengan aroma heboh, dan anda tahu, tetangga sebelah itu jadi bandar jengkol juga, aaah.
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
022012. DURIAN MANIAA :
Musim durian tahun kemaren cukup meriah, jongko durian dadakan di Bandung sampai di jalan Suci depan gedung Geologi, di depan Kantor Pertanian terus kearah simpang jalan Pahlawan. Mengawali tahun 2012 durian sudah mulai masuk dari Palembang, di Jawa panen durian cukup meriah katanya, semoga kabar baik ini terjadi di Sumatra dan didukung trasfortasi yang lancar. Buah durian Sumatra dan Jawa yang saya beli di Bandung banyak yang berkualitas baik, KW.1,2 dan 3, apalagi jika para pekebun di Sumatra seperti di Jawa, mereka memelihara pokok durian dengan baik, menjaga tempo pemetikan yang pas tuanya dan waktu pemeraman dalam perjalanan yang pas pula.
Kita berharap semua varitas durian lokal tetap terpelihara, untuk memberi peluang kepada para pecinta / penikmat buah durian, mengasah kegemarannya memilih durian lokal. Buah durian yang mendapat referensi kualitas KW.1,2 dan 3, lebih banyak lagi ditamam dengan pola organik, jangan dengan pola rekayasa seperti durian Monthong. Durian lokal berbeda dibanding durian Monthong, jika mau kenyang makan durian, makan durian Monthong, tapi jika anda mau menikmati buah durian, makan durian lokal. terutama yang mengerti cara menikmati buah durian, mereka tahu tentang kepuasan dari buah durian dan tetap memilih dan jatuh hati pada durian lokal.
Banyak ikan dijual dipasar, tapi banyak orang yang suka mamcing, ada kelompok mancing mania, tentu mereka punya alasan. Demikian pula orang yang membeli buah durian, tidak semua puas disuguhi atau dipilihkan buah durian, ada yang suka memilih sendiri, menikmati, menilai kelezatannya, mendokumentasikan dan melestarikannya, kenapa tidak kita sebut Durian Mania, berikut ini tabel perbandingan tingkat kepuasan yang dapat dicapai dalam menikmati buah durian.:
Tabel diatas membagi 4 bagian besar dari tingkat kepuasan dalam menikmati durian, pertama memiliki referensi dan memilih sendiri 27,50 %, kedua menemukan durian kwalitas KW.1, 30. %, ketiga menikmatinya 25. %, keempat tingkat harga dan pelestarian, 10. % dan 7,5 %. Hasilnya dapat dilihat bahwa, memilih dan menemukan durian KW.1 tingkat kepuasan dapat mencapai, 67,50 %, sedangkan makan durian monthong ( tanpa aktivitas memilih dan harga tinggi ) tingkat kepuasan dapat mencapai, 42. %, sedangkan makan durian dikebunnya ( tanpa referensi dan pilihan ) dapat mencapai, 66,50 %.
Jika membeli di jongko pinggir jalan, durian berbagai varitas dan endemik bercampur menjadi satu, sehingga segala referensi dan keahlian anda termasuk dalam menawar diuji, jika mendapatkan durian kuwalitas KW.1, dengan tingkat harga rendah, usaha anda telah meliputi semua unsur aktivitas penilaian, sehingga kepuasan dapat mencapai nilai, 100. %.
Jika anda perlu informasi dan check list lengkap dari Penilaian Legitasi dan Tingkat Kepuasan Menikmati Buah Durian, dipersilahkan menghubungi email dibawah ini.
Saya termasuk orang yang yakin bahwa buah durian lokal, akan terus jaya dan menjadi tuan rumah di negara sendiri, bahkan bisa jadi komuditi kuliner yang baik, jika kita pandai mengelolanya, termasuk mempromosikan pola menikmati buah Durian, dari para pencinta / penikmat buah Durian Mania.
Bandung 5 Januari 2012
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
Senin, 06 Oktober 2014
022011. DURIAN MANIAA :
Kenapa harus susah payah memilih buah durian lokal, pilih saja durian Monthong, enak dan kenyang, pertanyaannya apakah semua orang sudah cukup puas dengan itu. Banyak yang suka makan ikan direstoran, tapi banyak juga orang suka mancing ikan, ketika jorannya bergerak mata kailnya dimakan ikan, jantungnya berdegup kencang, andrenalinnya naik, seluruh inderanya siaga, dan dia mendapat ikan yang dia cari-cari dilubuk itu, enaknya makan ikan mungkin dia lupakan.
Banyak yang suka makan sate daging rusa, tetapi banyak orang berani keluar biaya besar untuk merasakan sensasi, melihat gerakan sepasang mata rusa yang menari-nari bak penari salsa, dalam sinar spotlight 500 watt, dipadang alang-alang malam buta, kemudian menggiringnya kedalam sasaran tembak, untuk menyaksikan rusa terjerembab dihadapannya. Kenikmatan itu berpita lebar dan menantang manusia untuk menjelajahi keluasannya, dan itu semua dilalalkan, kecuali dihari-hari tasrik bulan Zulhijah.
Kembali ke buah durian, jika anda ingin kenyang makan durian Monthong, harganya pasti rasanya pasti, lantas dimana unsur kejutannya. Jika anda memilih durian lokal tidak ada kepastian dan tidak ada jaminan anda akan puas, tetapi melihat macam ragam populasi dan varitasnya, menguji segala kemampuan dan pengalaman anda dalam memilihnya. Dalam dialog dan penawarannya, memegang dan menelisiknya, menimbang beban dan merasakan durinya, dan anda putuskan pilihan anda utk membelinya.
Sampai dirumah durian dibelah, mudah, dalam kangkotan pertama ada satu nyamplung buah utuh, dan satu nyamplung kerucut kecil keujung. Warnanya tembaga, aromanya lembut tapi meresap dalam, daging buahnya kala disentuh lembut dan kenyal. Ujung daging buah yang menutupi puncak biji yang ternyata kempet, berlipat menutup dengan rapih, ini saya sebut vulva daging buah durian.
Ketika puncak lipatan vulva itu dikelupas pelan-pelan, terlepas dengan kenyal, lepas terbuka dan terbalik ke pangkal biji, yang dipegang dengan tangan kiri, sehingga tangan kanan yang tadi dipake mengelepet vulva, sekarang memegang puncak biji buah durian yang telah bersih licin dari dagingnya, yang terbalik kebawah semua. Pelan membalikan tangan kanan dan menyantap daging buah durian, eeh nona kecil malah bengong, ayo makan buah duriannya, dia mengambil nyamplung buah yang satunya, kecil dan kerucut keujung.
Dagingnya lembut dan kenyal terasa dimulut, manis dalam dan ada sedikit pahit terasa diujung lidah, ketika ditelan dipangkal lidah, terasa manis lembut, kenyal dan sedikit pahit dengan aroma lembut harum, mengantar kepada kelezatan, legit yang mendalam. Legitasi : KW.1.
Allahu Akbar, sampai sekarang kelezatan anugrah dariMU masih tetap terpelihara dalam ingatan. Tingkat kepuasan : 100.%. (baca 0220162. Durian Tembaga).
Bandung 5 Januari 2012
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
Langganan:
Postingan (Atom)