Jumat, 10 Oktober 2014
022015. NUNGGU BUAH DURIAN.
Tahun tujuh puluh empat saya di Fak-Fak Papua Barat, disini buah duriannya bagus-bagus besar dan durinya juga besar-besar, tampilan buah dan dagingnya seperti durian Monthong tapi ukuran buah lebih kecil, bedanya ini punya rasa legit. Dilahan pembebasan proyek semua pohon ditebang, kecuali dua pohon durian, jangan ditebang. Pohon yang satu batangnya besar, percabangan dan daunnya rindang, datang musimnya berbuah lebaaaat pula, sedang pohon yang satu lagi batangnya lebih kecil, cabang dan daunnya jarang, buahnya juga jarang.
Malam-malam nunggu durian jatuh sambil nyanyi dan main gitar, waktu hujan sore-sore kilat sambar pokok kenari………Buuuk, durian jatoh, Alex yang orang Ayam Aru lebih gesit loncat, waaaah, kenapa Lex, duriannya begini, kenapa, ancooor.
Waktu buah durian masih tergantung dipohonnya, terlihat sangat menarik Diskripsi tampilan luarnya seperti ini :
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian Mania ) :
Puncak Onim FF./1/4/8/12/15/16.
Sekarang durian sudah tergolek ditanah dan pecah, diskripsi lanjutannya seperti ini :18/22/27/29/32/38/41/43/46.
Legitasi : 0.
Gitar dan lagu diteruskan, Oooo…… yamko rambe…..yam, buuk, Alex lagi yang loncat, kali ini ke bawah pohon sebelah, waaah ini baru buah durian, Alex berguman sambil mendatangi api unggun, dengan buah durian ditangan dan masih utuh, mari Lex katong belah dia, sambut Uding, maksudnya Syamsudin Fatamasya, asli Kokas campur Bugis sedikit, bagaimana diskripsikan jangan buah duriannya.
Puncak Onim FF./2/5/8/13/15/16/21/22/25/31/35/39/42/44/47.
Legitasi : KW.1.
Malam-malam selanjutnya kami hanya menunggui pohon durian yang kurus dan berbuah jarang, pohon durian yang berbuah lebat dan berjatuhan, tidak ada yang hirau. Ahirnya Muhamad Nur Kepala Kantor yang orang Minang ngambil inisiatif, buah durian yang lebat dipetik ketika tua, jadi tidak ditunggu jatoh, kemudian diperam dan setelah mateng dibuat dodol durian.
sobari1sobar@gmail.com
Paartikuliir di Bandung.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar