Kenapa harus susah payah memilih buah durian lokal, pilih saja durian Monthong, enak dan kenyang, pertanyaannya apakah semua orang sudah cukup puas dengan itu. Banyak yang suka makan ikan direstoran, tapi banyak juga orang suka mancing ikan, ketika jorannya bergerak mata kailnya dimakan ikan, jantungnya berdegup kencang, andrenalinnya naik, seluruh inderanya siaga, dan dia mendapat ikan yang dia cari-cari dilubuk itu, enaknya makan ikan mungkin dia lupakan.
Banyak yang suka makan sate daging rusa, tetapi banyak orang berani keluar biaya besar untuk merasakan sensasi, melihat gerakan sepasang mata rusa yang menari-nari bak penari salsa, dalam sinar spotlight 500 watt, dipadang alang-alang malam buta, kemudian menggiringnya kedalam sasaran tembak, untuk menyaksikan rusa terjerembab dihadapannya. Kenikmatan itu berpita lebar dan menantang manusia untuk menjelajahi keluasannya, dan itu semua dilalalkan, kecuali dihari-hari tasrik bulan Zulhijah.
Kembali ke buah durian, jika anda ingin kenyang makan durian Monthong, harganya pasti rasanya pasti, lantas dimana unsur kejutannya. Jika anda memilih durian lokal tidak ada kepastian dan tidak ada jaminan anda akan puas, tetapi melihat macam ragam populasi dan varitasnya, menguji segala kemampuan dan pengalaman anda dalam memilihnya. Dalam dialog dan penawarannya, memegang dan menelisiknya, menimbang beban dan merasakan durinya, dan anda putuskan pilihan anda utk membelinya.
Sampai dirumah durian dibelah, mudah, dalam kangkotan pertama ada satu nyamplung buah utuh, dan satu nyamplung kerucut kecil keujung. Warnanya tembaga, aromanya lembut tapi meresap dalam, daging buahnya kala disentuh lembut dan kenyal. Ujung daging buah yang menutupi puncak biji yang ternyata kempet, berlipat menutup dengan rapih, ini saya sebut vulva daging buah durian.
Ketika puncak lipatan vulva itu dikelupas pelan-pelan, terlepas dengan kenyal, lepas terbuka dan terbalik ke pangkal biji, yang dipegang dengan tangan kiri, sehingga tangan kanan yang tadi dipake mengelepet vulva, sekarang memegang puncak biji buah durian yang telah bersih licin dari dagingnya, yang terbalik kebawah semua. Pelan membalikan tangan kanan dan menyantap daging buah durian, eeh nona kecil malah bengong, ayo makan buah duriannya, dia mengambil nyamplung buah yang satunya, kecil dan kerucut keujung.
Dagingnya lembut dan kenyal terasa dimulut, manis dalam dan ada sedikit pahit terasa diujung lidah, ketika ditelan dipangkal lidah, terasa manis lembut, kenyal dan sedikit pahit dengan aroma lembut harum, mengantar kepada kelezatan, legit yang mendalam. Legitasi : KW.1.
Allahu Akbar, sampai sekarang kelezatan anugrah dariMU masih tetap terpelihara dalam ingatan. Tingkat kepuasan : 100.%. (baca 0220162. Durian Tembaga).
Bandung 5 Januari 2012
Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar