Jumat, 10 Oktober 2014

022020. NUNGGU BUAH DURIAN "MONGGE".


Ini cerita lain tentang buah durian, nunggu durian malam-malam kedinginan, api unggun sudah mulai redup, yaah dikelumun sarung. Paraaapas…… buuk, itu kalau durian si Wadana yang jatuh, Mau tahu kalau durian Si Kontol Embe jatoh, bunyinya mirip dompet jatuh, plaak, sampai mana tadi, paraaapas…… buuk, lari mengejar kearah bunyi sesuatu yang jatuh, penuh semak dan gelap, terpaksa membungkuk mengendus dengan hidung, naah, ketemu.

Masih berkelumun sarung, paraaapas……lari mengejar kearah buyi sesuatu yang....., tidak tahu, masih di semak dan kegelapan, ada tercium bau harumnya, tapi barangnya tidak ketemu, kemana ya, diputar lagi, tidak ada, sampai subuh tidak ketemu, yang jatuh belakangan  pada ketemu. Pagi hari sebelum pulang penasaran dicari lagi ketempat tadi malam, masih ada bau harunnya, agak keatas, aaaah, itu dia, pantesan bunyinya, cuma paraaapas, tidak ada buuk… nya, rupanya buah durian tersangkut diatas batang pisang. 

Ada lagi cerita nunggu durian persi siang, biasanya anak-anak nunggu durian disiang hari pulang sekolah, bosan nunggu ketiduran, anak yang lain main biji durian, diiris dilancipkan keujungnya, melihat temannya tidur lelap, mungkin tadi malam habis begadang, sehingga celana kolornya melorot tak berasa.

Biji durian yang sudah lancip tiba-tiba berasa pas dengan lubang diatas kolor yang melorot itu, penasaran dicoba, pas……….. ditekan sedikit, oooh, biji durian masuk kedalam tak sengaja, yang sedang tidur pulas terbangun mendengar rebut-ribut, ada apa… semua kawan tutup mulut, membuat makin curiga, kemudian mereka serempak berlari dan berteriak, bujur si Sang-Sang dipongge, demikian berulang-ulang sambil berlari.

Menyadari menjadi korban keisengan temannya, si Sang-Sang pulang kerumah sambil menangis meraung-raung, memegang celana kolornya, aah dasar anak-anak. Tapi mulai dari itu jika orang kampung mendapati durian yang daging buahnya tidak penuh menutupi bijinya, disebutnya durian  Mongge .

Sekarang kalau anda bertandang ke Pandeglang, yang terdengar dikebun suara mesin senso, meraung membabat semua pohon kayu, termasuk pohon durian yang besar tinggi dan lurus, terutama setelah musim tidak keruan, pohon durian tidak berbuah, kebutuhan mendesak, yaaah pohonnya ditebang.

Bahkan pohon melinjo, kerena musimnya kurang bagus dan buahnya jarang, kayunya laku dijual dan di senso, kayunya diangkut ke Jakarta. Pohon durian si Regen, si Wadana, si MasyaAllah, termasuk si Kontol Embe ikut dibabat dengan senso, kalau si Picung sudah lebih dulu laku.

Kalau sekarang anda masih sempat memegang dan menikmati buah durian, baiknya anda bersyukur kepada Allah, kemudian bersikap arif, karena tidak mustahil durian yang ada dihadapan anda sekeluarga adalah buah terahir, dan pohonnya yang di Lampung, di Palembang, bahkan di Tebing Tinggi yang buah duriannya bagus-bagus, sedang disenso dibuat bahan bangunan.

Karena itu kepada segenap pencinta buah durian lokal, saya berharap kesediaan anda sekeluarga, untuk memakai pola seperti yang saya lakukan dalam memilih, menikmati, mendokumentasi,  melestarikan dan mendis kripsikan buah durian di Indonesia, seperti dibawah ini ;

Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Anno./2/5/8/13/15/16/21/22/25/31/35/39/42/44/47. Legitasi : KW.1.
Tingkat kepuasan : 99 %.

Rincian tentang saran memilih, menilai tingkat legitasi, kepuasan dan mendokumentasikan buah durian, dapat dilihat dalam lampiran. Agar moment mendokunemtasikan dalam check list tidak terlewatkan hal itu sering terjadi dan tidak bisa diulang lagi, kita uraikan langkah anda dalam menikmati buah durian, menggunakan check list.

Pertama silahkan anda memilih durian mengikuti kolom 1 sampai kolom 15, setelah dapat simpan diatas menja, kedua ambil gambarnya dan nanti masukan dalam kolom 16. Sekarang dipersilahkan anda untuk membelah dan mengambil gambar tampilan isi buahnya, silahkan menikmati buah durian anda, ketiga isikan rekaman cita rasa anda kedalam kolom selanjutnya, jangan lupa menyemai biji durian KW.1 dipolibag.

Dengan demikian anda sekeluarga telah berperan dalam melestarikan pola menikmati buah durian secara baik dan benar. Insya Allah melalui tangan anda dan keluarga ahirnya akan terkumpul dokumentasi dan pelestarian buah durian Indonesia.
Terima kasih.


Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar