Jumat, 10 Oktober 2014

022018. PERIKSA TENSI ANDA.


Tanggal 22 Juni 2011 dapat kabar dari anak yang tinggal di Tanjung Karang, cucu yang paling cantik, yang lima orang laki semua, masuk rumah sakit opname karena diare sudah lima hari, sudah diinfus tapi masih lemas dan tidur terus, malam hari berangkat ke jalan Ambon naik bus Keramat Jati, sampai Tanjung Karang pagi jam delapan, langsung ke rumah sakit, benar si cantik masih tergolek, ketika terbangun nangis ketakutan melihat kakek-kakek tidak dikenal. AlhamduliIllah setelah ditambah infusan bisa bangun dan sedikit senyum ke mamahnya, Jum’at siang sudah boleh pulang.

Sore hari, Den kita cari durian, Denny nama menantu saya, di Lampung lagi musim buah durian, hampir disetiap perempatan ada penjual durian, saya mampir, durian mana bang, derian Lahaaat, bukan durian Tebing, ah laaah abiiiis. Mula-mula pedagang menunjukan durian untuk saya, tetapi setelah diabaikan dia diam memperhatikan, berapa yang ini, tumpukan ini dua puluh lima ribu dua, yang ini lima belas ribu. Mulai memilih di tumpukan yang murah, eu payah igeu pilih derian nak di maituin, tidak saya jawab, terkumpul enam biji, oiiy macem penjual derian niaaan, kata penjual yang satu. Kemudian pindah memilih tumpukan satunya, saya pegang satu buah, aaah yang punya kebun derian niaaan, kata teman yang satunya lagi.

Menantu dan cucu laki diam disudut, mereka bingung mendengar komentar penjual buah durian, setelah terkumpul penjualnya dipanggil,  berapa semua, seratus lima puluh pak, ah  seratus duapuluh ya, sambil uangnya saya sodorkan, dia masih minta tambah, tetapi ahirnya yang waras ngalah. Sampai dirumah buah durian digelar dilantai, kemudian mulai dibelah dari yang filingnya paling jelek, manis, kata cucu saya,  tapi kelihatan dagingnya tipis, ada lima buah yang dibelah, sisanya masih tergeletak dilantai.

Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Lahat./1,2/4,5/7,9/10,13/15/16/18,20,21/22/24,27/31/35/39/41/43/47.
Legitasi : KW.1,2.

Sebelum berangkat tidur periksa tensi darah, 118/76, Alhamdulillah, dan berangkat tidur. Subuh terbangun mendengar azan, selesai sembahyang lihat durian lagi, mengambil pisau tumpul semua, subuh itu semua pisau dapur diasah, durian yang tersisa dipotong durinya sampai rata. Pagi hari anak saya bangun ter kaget-kaget melihat duri buah durian sudah rata semua,  Wah durian apa buah ……ra..ta berduri, malamnya setelah masuk kardus dan diselotif rapat,  buah durian dan Cempedak berangkat ke Bandung bersama saya.

Sampai di Bandung buah durian Gundil kesukaan bu haji dinikmati ber ramai-ramai. Malam sebelum tidur cek tekanan darah, 127/78, berangkat tidur. Malam terbangun, BAK, baring, BAK lagi, baring, BAK lagi, jam dua malam cek tensi, ternyata 175/98, saya makan obat turun darah, tapi karena tensi meter kehabisan battery,  terpaksa pergi ke klinik 24 jam di jalan Tubagus Ismail, 160/90 pak, oh sudah bertahan kalau begitu dok, teruskan saja obatnya pak, terima kasih.

Siang hari berangkat ke dokter langganan, anu dok, tadi malam tensi saya naik 175/98, makan durian, abis dokter tidak melarang,  memang tidak. Pulang dari Lampung bawa durian bagus-bagus, saya juga suka makan durian, tapi saya tidak bisa memilihnya, suka dapet yang kurang enak. Tenang dok, dokter periksa saya saja dulu, nanti dikasih tahu triknya memilih durian yang mateng, tebal dagingnya, kempet bijinya dan legit rasanya, tanpa mengoreknya. Waaah yang benar.

Selesai memeriksa dan memberi resep, diceritakan semuanya kepada dokter dan janji mau kasih check list cara memilih dan menikmati buah durian, padahal waktu itu belum saya diskripsikan secara jelas. Ya karena berjanji kepada beliau ini, saya menuliskan catatan pengalaman ini, untuk panduan Durian Mania Indonesia.


Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar