Jumat, 10 Oktober 2014

0220162. DURIAN TEMBAGA.


Ketika menemukan buah durian kuwalitas KW.1, durian itu dipilih dari tumpukan dengan harga seribu rupiah, tumpukannya paling pinggir, diskripsinya seperti ini;

Jambi./1/5/8/13/15/16/21/22/25/31/35/39/41/44/48.

Tampilan buah durianya jauh dari menarik bentuknya lonjong kecil dan peot, warna kulit luarnya antara kuning dan hijau tua, tangkainya kecil dan panjang kata orang ciri durian berdaging tipis, durinya panjang dan tajam, tapi dari metode pemilihan durian yang diajarkan nona kecil menetapkan ini, baiklah kita beli. Sampai dirumah durian dibelah, mudah, dalam kangkotan pertama ada satu nyamplung buah utuh, dan satu nyamplung kerucut kecil keujung.

Warnanya tembaga, aromanya lembut tapi meresap dalam, daging buahnya kala disentuh lembut dan kenyal. Ujung daging buah yang menutupi puncak biji yang ternyata kempet, berlipat menutup dengan rapih, ini saya sebut vulva daging buah durian.

Ketika puncak lipatan vulva itu dikelupas pelan-pelan, terlepas dengan kenyal, lepas terbuka dan terbalik ke pangkal biji, yang dipegang dengan tangan kiri, sehingga tangan kanan yang tadi dipake mengelepet vulva, sekarang memegang puncak biji buah durian yang telah bersih licin dari dagingnya, yang terbalik kebawah semua. Pelan membalikan tangan kanan dan menyantap daging buah durian, eeh nona kecil malah bengong, ayo makan buah duriannya, dia mengambil nyamplung buah yang satunya, kecil dan kerucut keujung.

Dagingnya lembut dan kenyal terasa dimulut, manis dalam dan ada sedikit pahit terasa diujung lidah,  ketika ditelan dipangkal lidah, terasa manis lembut, kenyal dan sedikit pahit dengan aroma lembut harum, mengantar kepada kelezatan, legit yang mendalam. Legitasi : KW.1.
Allahu Akbar, sampai sekarang kelezatan anugrah dariMU masih tetap terpelihara dalam ingatan. Tingkat kepuasan : 100.%.

Cerita diatas memberi gambaran bagaimana seharusnya  menikmati buah durian yang diciptakan Tuhan dengan segala kebaikan, dan hendaknya dengan segala kebaikan pula kita menikmatinya. Jaga tangan tetap bersih, mulut tetap bersih, tidak perlu belepotan ketika kita menikmati buah durian berkualitas KW.1, memakannya tidak perlu kenyang, karena kita bukan sedang makan nasi, melainkan secukupnya.

Banyak tempat saya singgahi di Indonesia, kecuali Jambi dan Pontianak, namun tidak banyak tempo kunjungan yang bertepatan dengan musim durian. Yang diceritakan ini adalah persinggahan di kota yang bertepatan dengan musim durian.

Di dermaga Yos Sudarso Ambon saya beli durian yang baru naik dari kapal, ukuran buah duriannya relative kecil, dimakan di Kuda Mati, karena tidak ada pisau, durian diijak dengan sepatu sampai terbuka sedikit, baru dibelah pake tangan kosong.

Ambon./1/5/8/12/15/16/20/22/25/31/35/39/41/44/47.
Legitasi : KW.2.

Di pasar Sanggeng Manokwari, ukuran duriannya besar-besar.
Manokwari./1,2/4/6,8/10,13/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43/47. Legitasi : KW.2,3.

Dipasar Bosweizen Sorong.
Sorong./1,2,3/4,5/6,8/10,12/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41,42/44/47. Legitasi : KW.2,3.

Waktu jalan Bogor-Jasinga-Rangkas Bitung masih bagus, beli durian di Jasinga, ini pak Durian Gundil kesukaan bu haji, maksudnya buah durian begini ;
Jasinga./3/4/7/10/15/16/20/22/27/31/35/39/42/44/47.
Legitasi : KW.2.

Banyak kota di Kalimantan yang disinggahi, tapi belum pernah bertepatan dengan musim durian, saya penasaran dengan buah Leii, jangan-jangan sama dengan durian tembaga di pulau lain, kapan-kapan mencobanya.



Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung

1 komentar:

  1. Tahun kemaren anak saya tugas kalimantan, pulangnya bawa buah durian lei dan buah mata kucing, (semacam buah lecy hutan), ada juga buah rotan, mungkin dia ingat sama bapaknya yg dulu belum sempat menyicipi, alhamdulillah.

    BalasHapus